Tuesday, August 14, 2012

SEL ELEKTROLISIS


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II
“Sel Elektrolisis”
Di Susun Oleh:
AMRINA ALHUMAIRA
NIM: 1111016200036

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA


Judul Percobaan: Sel Elektrolisis
Tanggal Percobaan: 14 April 2012
Tujuan Percobaan: Mengamati elektrolisis ZnSO4 dan CuSO4 menggunakan elektroda Cu, Fe, C, dan     Zn.

Dasar Teori
Elektrolisis adalah suatu proses dimana reaksi kimia terjadi pada elektroda yang tercelup dalam elektrolit. Ketika tegangan diberikan terhadap elektroda itu. Elektroda yang bermuatan positif disebut anoda dan elektroda yang bermuatan negarif disebut katoda. Elektroda seperti platina yang hanya mentransfer elektron dari larutan, disebut elektron inert. Elektroda reaktif adalah elektroda yang secara kimia memasuki reaksi elektroda selama elektrolisis, terjadilah
reduksi pada katoda dan oksidasi pada anoda. (Dogra, 1998)

Elektrolisis adalah peristiwa penguraian suatu elektrolit oleh suatu arus listrik. Jika dalam sel volta energi kimia diubah menjadi energi listrik, maka dalam sel elektrolisis yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu energy listrik diubah menjadi energi kimia. Dengan mengalirkan arus listrik ke dalam suatu larutan atau leburan elektrolit, akan diperoleh reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis. Faktor yang menentukan reaksi kimia elektrolisis antara lain konsentrasi (keaktifan) elektrolit yang berbeda, ada yang bersifat inert (tak aktif) dan elektroda tak inert. (Anshory, 1984)

Dalam elektrolisis, sumber aliran listrik digunakan untuk mendesak elektron agar mengalir dalam arah yang berlawanan dengan aliran spontan. Hubungan antara jumlah energi listrik yang dikonsumsi dan perubahan kimia yang dihasilkan dalam elektrolisis merupakan salah satu persoalan penting yang dicarikan jawabannya oleh Michael Faraday. Hukum Faraday pertama tentang elektrolisis, menyatakan bahwa “Jumlah perubahan kimia yang dihasilkan sebanding dengan besarnya muatan listrik yang melewati suatu elektrolisis”. Huku kedua tentang elektrolisis menyatakan bahwa, “Sejumlah tertentu arus listrik menghasilkan jumlah ekivalen yang sama dari benda apa saja dalam suatu elektrolisis”. (Petrucci, 1985)

Alat dan Bahan
Alat:
·         Wadah 2 buah
·         Gelas ukur 2 buah
·         Pipet tetes 2 buah
·         Stopwatch 1 buah
·         Neraca O-hauss 1 buah
·         Catudaya 1 buah
·         Multimeter 1 buah
·         Capit buaya 4 buah
·         Ampelas 4 buah
Bahan:
·         Larutan CuSO4 20ml
·         Larutan ZnSO4 20ml
·         Elektroda Cu
·         Elektroda Zn
·         Elektroda Fe
·         Elektroda C

Prosedur dan Pengamatan
Prosedur
Pengamatan
Percobaan 1
Menuangkan larutan CuSO4 sebanyak 20ml ke dalam wadah. Mengampelas elektroda Fe dan Zn. Menimbang massa awal elektroda. Menyiapkan rangkaian elektrolisis dengan menyambungkan catudaya, multimeter dan elektroda menggunakan capit buaya. Kemudian, menyelupkan kedua elektroda ke dalam larutan CuSO4. Mengamati arus yang mengalir setiap 5 menit sekali. Setelah itu, menimbang massa akhir elektroda.
Massa Fe setelah di elektrolisis yaitu . Sedangkan, massa Zn setelah di elektrolisis yaitu
Percobaan 2
Sama persis seperti percobaan pertama. Namun, elektroda yang digunakan adalah Cu dan C
Massa Cu setelah di elektrolisis yaitu . Sedangkan, massa C setelah di elektrolisis yaitu
Percobaan 3
Menuangkan larutan ZnSO4 sebanyak 20ml ke dalam wadah. Mengampelas elektroda Fe dan Cu. Menimbang massa awal elektroda. Menyiapkan rangkaian elektrolisis dengan menyambungkan catudaya, multimeter dan elektroda menggunakan capit buaya. Kemudian, menyelupkan kedua elektroda ke dalam larutan ZnSO4. Mengamati arus yang mengalir setiap 5 menit sekali. Setelah itu, menimbang massa akhir elektroda.
Massa Fe setelah di elektrolisis yaitu . Sedangkan, massa Cu setelah di elektrolisis yaitu
Percobaan 4
Sama persis seperti percobaan ketiga. Namun, elektroda yang digunakan adalah Zn dan C.
Massa Zn setelah di elektrolisis yaitu 3,02 gram. Sedangkan, massa C setelah di elektrolisis yaitu 5,50 gram.


Pembahasan
Pada praktikum kali ini, telah dilakukan pengamatan elektrolisis terhadap larutan ZnSO4 dan CuSO4 menggunakan elektroda Zn, Cu, Fe, dan C, yang bertujuan untuk mengetahui peristiwa terjadinya reaksi kimia oleh arus listrik. Elektrolisis adalah peristiwa penguraian suatu elektrolit oleh suatu arus listrik. Jika dalam sel volta energi kimia diubah menjadi energi listrik, maka dalam sel elektrolisis yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu energi listrik diubah menjadi energi kimia.

Pada percobaan pertama, telah dilakukan elektrolisis larutan ZnSO4 dengan elektroda Fe dan Zn. Katoda tidak mungkin ikut bereaksi selama elektrolisis karena logam tidak ada kecenderungan menyerap elektron membentuk ion negatif. Tetapi, anoda mungkin saja ikut bereaksi, melepas elektron dan mengalami oksidasi, kecuali logam inert yang tidak bereaksi. Dalam reaksi, katoda bergantung pada jenis kation. Dalam hal ini, kationnya adalah Zn2+, sehingga reaksi katoda adalah: Zn2+ (aq) + 2e → Zn(s). Pada reaksi anoda akan bergantung pada jenis anoda dan anion. Dalam hal ini, anodanya bukan termasuk logam inert. Maka reaksi pada anoda adalah Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e. Jadi, dalam sel elektrolisis tersebut Zn akan bertambah, sedangkan Fe akan berkurang. Namun, dalam percobaan yang telah dilakukan, massa Zn maupun massa Fe keduanya bertambah.

Pada percobaan kedua dilakukan elektrolisis ZnSO4 dengan elektroda Cu dan C. Dalam percobaan, anoda tidak diketahui manakah yang akan bereaksi mengalami oksidasi. Jika anodanya adalah C, maka C tidak akan ikut bereaksi, sehingga reaksinya adalah 2H2O(l) → 4H+ + O2(g) + 4e. Jika anodanya adalah Cu, maka reaksi yang terjadi adalah Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e. Sedangkan Zn2+ berperan sebagai katoda. Maka dalam katoda akan terjadi reaksi: Zn2+ (aq) + 2e → Zn(s). pada percobaan tersebut massa Cu bertambah sedangkan massa C berkurang.

Pada percobaan ketiga dilakukan elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda Fe and Cu. Percobaan ini sama seperti percobaan pertama. Fe berperan sebagai anpda, sehingga akan terjadi reaksi oksidasi: Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e. Sedangkan Cu2+ berperan sebagai katoda, sehingga akan terjadi reaksi reduksi di katoda: Cu2+(aq) + 2e → Cu(s). Dalam data percobaan didapatkan massa Fe dan Cu keduanya bertambah.

Pada percobaan keempat, dilakukan elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda Zn dan C. percobaan ini sama dengan percobaan kedua. Pada anoda tidak diketahui manakah yang akan mengalami oksidasi. Jika anodanya adalah Zn, maka reaksi yang terjadi yaitu Zn(s) → Zn2+ (aq) + 2e. Jika anodanya adalah C, maka yang akan terelektrolisis adalah 2H2O(l) → 4H+ + O2(g) + 4e. Sedangkan dalam katoda, reaksi yang terjadi adalah Cu2+(aq) + 2e → Cu(s). Pada percobaan didapatkan massa Zn dan C bertambah.

Dalam percobaan yang telah dilakukan, terjadi beberapa kesalahan dalam hal bertambah dan berkurangnya massa. Hal ini disebabkan oleh:
1.    Salah pemasangan katoda dan anoda.
2.     Pada saat penimbangan, neraca o-hauss mungkin tidak akurat.
3. Saat elektrolisis dilakukan, mungkin kedua elektroda saling bersentuhan ataupun bersentuhan dengan wadah.
4.     Pada saat akan ditimbang, setelah dilakukan elektrolisis, mungkin endapannya meluruh.

Kesimpulan
                Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1.       Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.
2.       Elektrolisis larutan ZnSO4 dengan menggunakan elektroda Cu dan C, serta elektrolisis larutan CuSO4 dengan menggunakan elektroda Zn, tidak dapat ditentukan reaksi yang terjadi di anoda.
3.       Elektrolisis larutan ZnSO4 dengan elektroda Zn dan Fe menghasilkan reaksi: Zn2+ (aq) + Fe(s) → Zn(s) + Fe2+(aq). Sedangkan, elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda Cu dan Fe menghasilkan reaksi: Cu2+ (aq) + Fe(s) → Cu(s) + Fe2+(aq).

Daftar Pustaka
Anshory, Irfan. 1984. Kimia. Ganesha Exact: Bandung.
Dogra. 1998. Kimia Fisika. Universitas Indonesia: Jakarta.
Petrucci, Ralph H. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid 2. Erlangga: Jakarta.
Ebookfreetoday.com/sel-sel-elektrolisis~o~pdf.htm/ diakses pada tanggal 18 April 2012.
Philn. Wordpress.com/2010/2011/percobaan-elektrolisis/ diakses pada tanggal 18 April 2012.

No comments:

Post a Comment